Selasa, 12 Juni 2012

gosippp... g bangettttttt

kecil nya semut diseberang lautan tampak terlihat jelas sedangkan besarnya gajah dipelupuk mata seolah diabaikan...
realita tak terbantahkan...
membicarakan orang lain, menggunjing, mengumpat atau gossip adalah hal yang yang mungkin sering kita lakukan...
sedangkan kita tahu Allah sangat membenci hal ini...

ada 3 perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT...

1. Orang Islam dilarang selalu berburuk sangka kepada saudara muslim lainnya, karena sebagian dari buruk sangka itu dosa. Bahkan Rasulullah SAW menyebut buruk sangka sebagai perkataan paling dusta.

2343 – رسـول اللّه (ص ) : ايـاكـم والـظـن , فـان الـظـن اكـذب الـحـديـث , ولا تحسسوا, ولاتجسسوا

“Rasulullah SAW bersabda,”jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain…”

Oleh karena itu, bila kita ingin selamat dari dosa buruk sangka, maka lebih baik kita senantiasa berbaik sangka kepada orang lain. Sekalipun orang tersebut kenyataannya melakukan perbuatan buruk. Dan perbuatan buruknya harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

2. Orang Islam dilarang tajassus, mencari-cari kesalahan dan keburukan orang lain. Allah SWT Maha Mengetahui setiap perbuatan seseorang. Ketika seseorang melakukan keburukan maka Allah SWT yang akan membalasnya.

2345 – عـنه (ص ) : يَا معْشرَ مَنْ اَسْلَمَ بلسَانِه وَلَمْ يُسْلِم بِقَلْبِه , لَاتَتَّبِعُوا عَثَراَتِ المُسْلِمِين , فَانَّه مَنْ تَتَّبِعَ عَثرَاتِ المُسْلِمين تَتَّبِعَ اللّهُ عَثَرتَه , وَمَنْ تَتَّبِع اللّهُ عَثرَتَه يَفْضَحُهُ

Dari Rasulullah SAW,“Wahai kebanyakan orang yang Islam hanya lisannya dan tidak Islam hatinya, janganlah kalian mencari-cari kesalahan muslimin lainnya, sesungguhnya siapa yang mencari-cari kesalahan muslimin lainnya maka Allah akan mencari-cari juga kesalahannya, dan siapa orang yang Allah cari-cari kesalahannya, niscaya Allah akan membuka segala kesalahannya.”

3. Orang Islam dilarang berbuat ghibah/menceritakan kejelekan/gossip dan semacamnya. Karena perbuatan ghibah sama dengan makan bangkai saudaranya sendiri, sebagaimana pada kisah di awal tadi.

Ada sebuah riwayat mengenai pengertian ghibah, yang berasal dari Abu Dzar.

قال أبو ذر : قُلْتُ : ” يَا رَسُولَ اللَّهِ وَ مَا الْغِيبَةُ ؟
قَالَ : ” ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ “

Ya Rasulullah, apa yang disebut ghibah ? Jawab Nabi SAW,”menceritakan saudaramu yang tidak disukainya.”

قُلْتُ : ” يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ كَانَ فِيهِ الَّذِي يُذْكَرُ بِهِ ؟

“Ya Rasul, kalau yang diceritakan itu benar adanya ?

قَالَ : ” اعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا ذَكَرْتَهُ بِمَا هُوَ فِيهِ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ ، وَ إِذَا ذَكَرْتَهُ بِمَا لَيْسَ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Rasul SAW bersabda,”ketahuilah bahwa bila kamu menceritakan saudaramu benar adanya itu namanya ghibah, tapi bila kamu menceritakan keburukan yang tidak ada pada saudaramu, berarti kamu membuat kebohongan.”

soo guys..... marilah kita memulai dari diri sendiri.. untuk membiasakan berbaik sangka dengan saudara kita... berbicaralah jika itu benar, apabila takut dlm berbicara (jika pembicaraan itu membuat mudharat ) lebih baik diam, karena diam itu emas...
saya menuliskan ini juga semata untuk mengingatkan diri saya pribadi...
yuck semangat perbaikan ^_^
wallahu'alam bishawwab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar