Minggu, 05 Mei 2013

Sudahkah kita mengingat mati walau hanya sejenak


Innalillahi wainnailaihiroojiuun…
            Selang seminggu selepas ditinggal oleh alm. Ustad Jefry Al-Bukhori (Uje) (26/03/13), saya dikejutkan dengan berita kepergian teman saya, Ikhtiar Jannati Aini (Tiar) (4/5/13. Tiar adalah teman sekampus . Pertama saya kenal dia di tempat bimbingan belajar Nurul Fikri, saya sempat dekat dengan dia. Dia sekarang kuliah di FKIP Unsri prodi Bahasa dan sastra Indonesia. sedangkan saya di prodi Biologi. Saya mengenal nya dengan baik, dia adalah sosok muslimah yang cerdas , ramah dan baik. Kini, Dia telah berpulang kerahmatullah, memenuhi janjinya sebagai hamba Allah.
            “ Ya Allah, ampunilah segala dosanya, lapangkanlah kuburnya , terimalah segala amal ibadahnya dan     berikan syafaat Rasulullah saw. aamiin yaa Rabbal’alamiin”

Kapan kita meninggalkan dunia yang fana ini?
            Makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Dan tibanya kematian seseorang tidak disangka-sangka. Memang kematian merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar lagi. Sekalipun manusia tidak mengetahui kedatangan mati, namun yang jelas semua makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Allah berfiman yg artinya:
"Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS. 3 : 185).
            Subhanallah, Uje dan Tiar sama-sama meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, Kedua kejadian ini memberikan pelajaran kepada saya untuk selalu mengingat kematian. Ntah mengapa setelah saya mendengarkan kedua berita diatas, saya merasa hidup ini begitu singkat, seolah besok saya akan menyusul mereka dengan secepatnya. semoga Namun, Allah Maha Baik. Allah berikan pelajaran ditiap kejadian. Allah selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri dan bertaubat setiap saat, karena manusia hanyalah makhluk yang alpa. Manusia ingat kepada Allah ketika mendapatkan musibah, namun ia lupa setelah mendapatkan kenikmatan dunia, mereka lupa sholat, lupa dzikir, sedekah dan sebagainya.
Naudzubullahi mindzaalik. Semoga kita terhindar dari cinta dunia yang melenakan kita.
Dimana gue mengakhiri kehidupan gue nanti?
            Semua makhluk Allah tak terkecuali akan musnah, sekalipun makhluk ghaib pada saatnya nanti. Hanya Allah yang maha kekal. Jika ajal menjemput kita, dimana anda berada pasti datang. Kematian seseorang tidak bisa ditunda dan diajukan sedikitpun dan memang semua itu sudah diatur sedemikian oleh Allah SWT. Walaupun kita sembunyi digedung yang tinggi lagi kokoh, bila ajal tiba, maka kesembunyian itu tak ada artinya, dan pasti menemuinya maut. Allah berfirman : yang artinya:
"Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh" (QS. 4 : 78)”
Kematian itu gimana sich ?
            Mati berarti terpisahnya antara jasad dan ruh dalam jangka waktu tertentu, karena pada saat manusia dibangkitkan dalam kuburnya maka ruh dan jasad akan menyatu kembali. Ketahuilah setelah ruh pisah dengan jasadnya, tidak berarti persoalan yang di hadapi selesai sampai di situ, akan tetapi, jasad dalam kubur ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir. Di alam kubur inilah manusia tidak lepas dari persoalan-persoalan ghoib lainya. Dan pada alam kubur itu manusia hidup yang ketiga tingkatan. Allah berfirman:
"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS. 2 : 28).
            Manusia di alam kubur sifatnya sementara, karena alam kubur adalah sebagai penantian untuk menuju akhirat. Jadi setelah di alam kubur pada saat yang telah ditentukan Allah, manusia akan dibangkitkan. Allah berfirman:
"Setelah itu kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati" (QS. 2 : 56).
"Dan bahawasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur" (QS. 22 : 7).
Hmm, jadi pengen lebih mendekatkan diri pada Allah, jadi gue harus gimana yah?
            Setelah kita memahami firman Allah, maupun hadits Nabi Saw, maka kita haruslah menyadari betul, bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami mati. Dengan menyadari kejadian yang pasti menimpa seseorang, maka kita harus berusaha yang optimal untuk berlomba dalam amal kebajikan. Dan semua itu merupakan bekal untuk menghadapi kematian. Sekali lagi saya katakan Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Dia selalu memberikan ampunan-Nya bagi hamba-Nya yang bertaubat karena keimanannya.
            Kebahagiaan yang akan dirasakan seseorang tergantung amal usaha yang baik ketika hidup di dunia. Namun sebaliknya kehinaan serta kesengsaraan di alam kubur dan alam akhirat tergantung kejelekan amal usahanya ketika hidup di dunia. Jadi hidup di dunia inilah sebagai penentu beruntung atau celakanya seseorang di akhirat kelak. Karena dunia adalah tempat menanam untuk bekal di akhirat. wallahu a’lam, Yuuk Upgrade amal ibadah kita J, semangat cz Allah swt!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar