Innalillahi
wainnailaihiroojiuun…
Selang
seminggu selepas ditinggal oleh alm. Ustad Jefry Al-Bukhori (Uje) (26/03/13),
saya dikejutkan dengan berita kepergian teman saya, Ikhtiar Jannati Aini (Tiar)
(4/5/13. Tiar adalah teman sekampus . Pertama saya kenal dia di tempat
bimbingan belajar Nurul Fikri, saya sempat dekat dengan dia. Dia sekarang
kuliah di FKIP Unsri prodi Bahasa dan sastra Indonesia. sedangkan saya di prodi
Biologi. Saya mengenal nya dengan baik, dia adalah sosok muslimah yang cerdas ,
ramah dan baik. Kini, Dia telah berpulang kerahmatullah, memenuhi janjinya
sebagai hamba Allah.
“
Ya Allah, ampunilah segala dosanya, lapangkanlah kuburnya , terimalah segala
amal ibadahnya dan berikan syafaat
Rasulullah saw. aamiin yaa Rabbal’alamiin”
Kapan
kita meninggalkan dunia yang fana ini?
Makhluk bernyawa pasti mengalami
mati. Dan tibanya kematian seseorang tidak disangka-sangka. Memang kematian
merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar lagi. Sekalipun manusia tidak
mengetahui kedatangan mati, namun yang jelas semua makhluk bernyawa pasti
mengalami mati. Allah berfiman yg artinya:
"Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan
mati" (QS. 3 : 185).
Subhanallah, Uje dan Tiar sama-sama
meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, Kedua kejadian ini memberikan
pelajaran kepada saya untuk selalu mengingat kematian. Ntah mengapa setelah
saya mendengarkan kedua berita diatas, saya merasa hidup ini begitu singkat,
seolah besok saya akan menyusul mereka dengan secepatnya. semoga Namun, Allah
Maha Baik. Allah berikan pelajaran ditiap kejadian. Allah selalu memberikan
kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri dan bertaubat setiap saat,
karena manusia hanyalah makhluk yang alpa. Manusia ingat kepada Allah ketika
mendapatkan musibah, namun ia lupa setelah mendapatkan kenikmatan dunia, mereka
lupa sholat, lupa dzikir, sedekah dan sebagainya.
Naudzubullahi mindzaalik. Semoga kita terhindar dari cinta dunia yang melenakan kita.
Naudzubullahi mindzaalik. Semoga kita terhindar dari cinta dunia yang melenakan kita.
Dimana
gue mengakhiri kehidupan gue nanti?
Semua makhluk Allah tak terkecuali akan
musnah, sekalipun makhluk ghaib pada saatnya nanti. Hanya Allah yang maha
kekal. Jika ajal menjemput kita, dimana anda berada pasti datang. Kematian
seseorang tidak bisa ditunda dan diajukan sedikitpun dan memang semua itu sudah
diatur sedemikian oleh Allah SWT. Walaupun kita sembunyi digedung yang tinggi
lagi kokoh, bila ajal tiba, maka kesembunyian itu tak ada artinya, dan pasti
menemuinya maut. Allah berfirman : yang artinya:
"Dimana
saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di
benteng yang tinggi lagi kokoh" (QS. 4 : 78)”
Kematian
itu gimana sich ?
Mati berarti terpisahnya antara
jasad dan ruh dalam jangka waktu tertentu, karena pada saat manusia
dibangkitkan dalam kuburnya maka ruh dan jasad akan menyatu kembali. Ketahuilah
setelah ruh pisah dengan jasadnya, tidak berarti persoalan yang di hadapi
selesai sampai di situ, akan tetapi, jasad dalam kubur ditanya oleh malaikat
Munkar dan Nakir. Di alam kubur inilah manusia tidak lepas dari
persoalan-persoalan ghoib lainya. Dan pada alam kubur itu manusia hidup yang
ketiga tingkatan. Allah berfirman:
"Mengapa
kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan
kamu kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepada-Nyalah
kamu dikembalikan" (QS. 2 : 28).
Manusia di alam kubur sifatnya
sementara, karena alam kubur adalah sebagai penantian untuk menuju akhirat.
Jadi setelah di alam kubur pada saat yang telah ditentukan Allah, manusia akan
dibangkitkan. Allah berfirman:
"Setelah itu kami bangkitkan kamu
sesudah kamu mati" (QS. 2 : 56).
"Dan
bahawasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur" (QS. 22 : 7).
Hmm,
jadi pengen lebih mendekatkan diri pada Allah, jadi gue harus gimana yah?
Setelah
kita memahami firman Allah, maupun hadits Nabi Saw, maka kita haruslah
menyadari betul, bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami mati.
Dengan menyadari kejadian yang pasti menimpa seseorang, maka kita harus
berusaha yang optimal untuk berlomba dalam amal kebajikan. Dan semua itu
merupakan bekal untuk menghadapi kematian. Sekali lagi saya katakan Allah Maha
Pengasih dan Penyayang, Dia selalu memberikan ampunan-Nya bagi hamba-Nya yang bertaubat
karena keimanannya.
Kebahagiaan yang akan dirasakan
seseorang tergantung amal usaha yang baik ketika hidup di dunia. Namun
sebaliknya kehinaan serta kesengsaraan di alam kubur dan alam akhirat
tergantung kejelekan amal usahanya ketika hidup di dunia. Jadi hidup di dunia
inilah sebagai penentu beruntung atau celakanya seseorang di akhirat kelak.
Karena dunia adalah tempat menanam untuk bekal di akhirat. wallahu a’lam, Yuuk Upgrade amal ibadah kita J,
semangat cz Allah swt!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar