Kamis, 04 Desember 2014

Lowongan Pekerjaan Sebagai Penguji Kesabaran

Ini kisahku sebagai fresh graduate ....
Tanggal 21 Agustus adalah hari dimana saya dikukuhkan sebagai Sarjana Pendidikan yang sudah terlepas dari tanggung jawab dan seabrek tugas perkuliahan. Namun, tugas dan bebanku kini semakin berat. Aku harus bertanggung jawab atas apa yang telah aku dapatkan selama ini yaitu mengabdi untuk bangsa dan negara.
Mengabdi pada bangsa dan negara bukanlah kata-kata yang mudah untuk diucapkan. Namun kita harus benar-benar membuktikan kata-kata tersebut.

Euforia sebagai sarjana muda berlalu begitu saja. Kini yang ada dibenakku yaitu kemana aku akan melangkah selanjutnya?


Penerimaan CPNS tahun 2014 adalah suatu kesempatan bagi ku untuk mengabdi kepada negara. Job For Career yang dibuka tiap bulan , saya ikuti. Bahkan Informasi lowongan kerja di Internet sudah saya ikuti.
Pengalaman demi pengalaman dalam mencari pekerjaan saya ikuti. Suka dan duka berkecamuk dalam dada. 


Pada beberapa perusahaan, saya ikuti prosedur rekutmentnya. Mendapat panggilan tes psikotes, kemudian Gugur. Pernah suatu ketika saya mendapa panggilan ke Jakarta untuk mengikuti tes pada perusahaan X merupakan BUMN. saya mengikuti tahap diskusi, tes psikotes sampai tahap wawancara. Pada tahap wawancara , saya dinyatakan Gagal. Beberapa tahap saya ikuti di perusahaan X, namun akhirnya gagal . begitu sakit rasanya... Namun aku tak kan pernah menyerah untuk menjemput rahmat-Nya.


1 bulan kemudian, saya mendapakan informasi pengumuman kelulusan CPNS, dan ternyata nama saya belum tertulis di pengumuman tersebut. Sekali lagi saya mengalami kepahitan . Namun saya yakin bahwa Allah akan memberikan jalan yang tebaik.
Sehari kemudian saya mendapatkan panggilan untuk mengajar anak-anak di depan rumah saya. Saya sangat menyambut panggilan tersebut. NaMUN selang dari panggilan itu, saya mendapat kabar bahwa pemilik lembaga tersebut telah memiliki pegawai lain yang tidak lain adalah pegawai yang pernah berhenti bekerja padanya. Cukup , aku tak ingin bersedih lantaran hal itu, cukup tahu saja bahwa pemilik lembaga tersebut hanyalah tukang pemberi harapan palsu.
Saya tak kan bersedih . Saya akan terus berhusnudzan kepada Allah...
Saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik.

Jika saya belum mendapatkan pekerjaan dan belum bisa membahagiakan Ibu di dunia, Saya berharap bahwa Allah akan selalu memberikan kebahagiaan kepada Ibu  jika saya telah tiada.

Inilah kisah ku ...


suka duka didalamnya menjadi suatu pengalaman yang akan menjadi guru terbaikku.
Saya tak akan pernah menyerah , Saya akan selalu berikhtiar dan tawakkal pada Allah.
Berprasangka baik pada-Nya.
Inilah ujian hidup, namun saya akan menikmati setiap ujian yang Allah berikan dengan penuh keikhlasan...
Salam cintaku kepada baginda Muhammad Saw. beserta keluarga , sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman...

Nyayu Halimah Tussa'diyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar